Warita.net – Tim Nasional Tanjung Verde (Cape Verde) mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan sepak bola negaranya. Pada penampilan perdana di putaran final Piala Dunia FIFA 2026, wakil Afrika Barat itu berhasil melangkah ke babak 32 besar setelah finis sebagai runner-up Grup H, mendampingi raksasa Eropa, Spanyol.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi negara kepulauan yang berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa itu. Selama bertahun-tahun, Tanjung Verde dikenal sebagai tim yang kerap menyulitkan lawan di kawasan Afrika, namun belum pernah berhasil menembus putaran final Piala Dunia. Kini, mereka tak hanya menjadi debutan, tetapi juga mampu melanjutkan perjalanan ke fase gugur.
Di Grup H, Tanjung Verde tergabung bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Di atas kertas, mereka menjadi tim yang paling tidak diunggulkan mengingat lawan-lawannya memiliki tradisi panjang di pentas dunia.
Baca: Prediksi Piala Dunia FIFA 2026: Klement vs EA Sports
Namun, skuad berjuluk Blue Sharks menunjukkan disiplin permainan yang tinggi sepanjang fase grup. Mereka mengoleksi tiga poin hasil tiga kali imbang. Spanyol keluar sebagai juara grup dengan tujuh poin, sementara tim yang diasuh oleh pelatih Pedro Leitão Brito mengamankan posisi kedua dengan tiga poin. Uruguay dan Arab Saudi sama-sama mengoleksi dua poin sehingga harus puas tersingkir.
Hasil akhir Grup H:
Spanyol – 7 poin
Tanjung Verde – 3 poin
Uruguay – 2 poin
Arab Saudi – 2 poin
Meski tanpa satu pun kemenangan, mereka berhasil lolos berkat konsistensi dalam menghindari kekalahan, sesuatu yang jarang dilakukan tim debutan di panggung sebesar Piala Dunia.
Jika ditelisik jauh kebelakang, kesuksesan tersebut bukanlah hasil instan. Dalam satu dekade terakhir, Tanjung Verde mengalami perkembangan signifikan di level internasional.
Federasi sepak bola negara itu fokus membangun tim nasional dengan memanfaatkan banyak pemain yang berkarier di liga-liga Eropa, khususnya Portugal, Prancis, Belanda, dan Belgia. Kebijakan tersebut membuat kualitas permainan mereka meningkat, baik secara teknik maupun organisasi.
Tanjung Verde juga beberapa kali tampil di Piala Afrika (AFCON) dan mampu bersaing dengan negara-negara besar seperti Mesir, Ghana, Kamerun, dan Nigeria. Pengalaman di level kontinental menjadi bekal penting saat menghadapi atmosfer kompetisi Piala Dunia.
Sepanjang babak penyisihan Grup H, kekuatan utama Tanjung Verde berada pada organisasi pertahanan. Mereka tampil disiplin, menjaga jarak antarlini, dan mampu meredam agresivitas lawan yang secara kualitas individu berada di atas mereka.
Strategi bermain yang sederhana namun efektif membuat mereka mampu mencuri poin penting dan menjaga peluang lolos hingga pertandingan terakhir.
Dengan status sebagai runner-up Grup H, Tanjung Verde kini menghadapi tantangan yang lebih berat di babak 32 besar. Logan Costa dkk akan bertemu juara bertahan, Argentina.
Meski demikian, apa pun hasil yang akan diraih pada fase gugur, pencapaian Tanjung Verde sudah menjadi salah satu kisah menarik di Piala Dunia FIFA 2026.







