Warita.net – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Deddy Abdul Hamid, menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Gerakan Pramuka Sulawesi Utara di Kantor Gubernur Sulut, Jumat (10/4/2026).
Forum yang membahas arah strategis Pramuka Sulut periode 2026–2031 ini menekankan pentingnya kepemimpinan berkelanjutan di tengah tantangan zaman.
Ketua Kwarda Sulut, Vanda Sarundajang, menegaskan Musda harus menjadi ruang produktif bagi gagasan.
“Jadikan ini panggung ide, bukan panggung ego. Pramuka harus hadir sebagai solusi sosial,” ujarnya.
Baca: Wabup Bolsel Pimpin Entry Meeting Audit BPK atas LKPD 2025
Senada, Sekjen Kwartir Nasional Pramuka, Bachtiar Utomo, menekankan pentingnya keselarasan dengan pemerintah daerah.
“Pramuka harus satu visi dengan pemerintah untuk memperkuat pembinaan generasi berdaya saing,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sulut melalui Kadispora menyebut Musda sebagai momentum strategis dalam memperkuat peran Pramuka.
“Pramuka berperan sentral dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai cinta tanah air,” ucapnya.
Sementara itu, Deddy Abdul Hamid menekankan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci.
Menurut Deddy, melalui tema yang diusung, diharapkan estafet kepemimpinan dalam Pramuka Sulut dapat berjalan berkesinambungan serta mampu mencetak kader-kader yang memiliki kemandirian tinggi dan daya saing.
“Sinergi pemerintah dan Pramuka penting untuk mencetak generasi tangguh dan mandiri,” tegasnya.
Musda XI diharapkan melahirkan kepemimpinan visioner serta program kerja yang adaptif dan relevan bagi penguatan karakter generasi muda di Sulawesi Utara.







