BOLSEL – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Hj. Selpian Kamaru-Manoppo, mempelajari pengelolaan Taman Penitipan Anak (TPA) Al Ishlah Gorontalo, Kota Gorontalo, Kamis (29/10/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan layanan penitipan anak yang aman dan berkualitas.
Selpian mengatakan, studi tiru tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan TPA yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat Bolaang Mongondow Selatan.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana layanan penitipan anak dikelola, mulai dari sistem pengasuhan, kesiapan tenaga pengasuh, hingga fasilitas pendukungnya. Praktik baik yang sesuai akan kami pelajari untuk menjadi referensi pengembangan layanan di Bolsel,” kata Selpian.
Baca: Iskandar Kamaru: Bank SulutGo Harus Profesional dan Jaga Kepercayaan Publik
Dalam kunjungan itu, Selpian didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolsel, Rante Hattani, S.Pd., M.Si., selaku Pembina Teknis Pokja Bunda PAUD Bolsel, bersama jajaran. Rombongan diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Dr. Husin Ali, beserta jajaran dan pengurus Yayasan Al Ishlah Gorontalo.
Rombongan mempelajari sejumlah aspek pengelolaan TPA Al Ishlah, antara lain ketersediaan sarana dan prasarana, standar pelayanan dan pengasuhan, kompetensi tenaga pengasuh, manajemen pembiayaan, serta kemitraan dengan berbagai lembaga.
Menurut Selpian Kamaru – Manoppo, pengembangan layanan penitipan anak tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat. Pemerintah juga perlu memperhatikan mutu pengasuhan, keamanan lingkungan, dan dukungan terhadap tumbuh kembang anak.
“Yang ingin kita bangun bukan sekadar tempat menitipkan anak, tetapi layanan yang memberikan rasa aman kepada orang tua dan memastikan anak mendapatkan pengasuhan yang baik. Kualitas layanan harus menjadi perhatian sejak tahap perencanaan,” ujarnya.
Baca: Pemkab Bolsel Soroti Arah Program PPM JRBM agar Tepat Sasaran
Ia berharap hasil studi tiru tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam merencanakan pendirian maupun pengembangan TPA.
Selpian juga menilai layanan penitipan anak yang berkualitas dapat menjadi salah satu alternatif bagi keluarga yang membutuhkan dukungan pengasuhan anak usia dini. Karena itu, hasil kunjungan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah.
“Harapannya, pengalaman yang kami peroleh di Gorontalo bisa menjadi bekal untuk menyiapkan layanan penitipan anak yang benar-benar dibutuhkan masyarakat Bolsel, dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak,” kata dia.








