
Pengakuan ini tidak hanya datang dari bawahan mereka, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat. Legitimasinya, masyarakat lebih mempercayakan kepada pasangan ini untuk melanjutkan kepemimpinan di periode berikutnya.
Buktinya, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, dengan mengusung jargon BERKAH, visi dan misi dua politisi PDI Perjuangan itu lebih diterima masyarakat sehingga menang mudah atas lawannya pada kontestasi Pilkada Bolsel untuk periode 2021 – 2024.
Saat ini, tahapan Pemilu 2024 tengah berlangsung. Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan, usai hari pemungutan suara pada 14 Februari, tahap selanjutnya mulai 15 Februari hingga 20 Maret 2024, yakni rekapitulasi penghitungan suara.
Sembari menanti keputusan Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pemilu, yang terus memanas adalah perbincangan mengenai Pilkada yang hari pemungutan suaranya berlangsung pada 27 November 2024 sebagaimana tercantum pada PKPU Nomor 2 tahun 2024.
Pilkada di Indonesia merupakan momentum penting dalam dinamika demokrasi di tingkat lokal. Namun, di tengah dinamika tersebut, ancaman pecah belah kerap kali muncul, mengancam stabilitas politik, keamanan, sosial dan tidak menutup kemungkinan mengganggu jalannya pemerintahan di daerah.
Isu ini belakangan merebak di kalangan masyarakat Bolsel. Hubungan antara Iskandar dan Deddy digambarkan sedang tidak baik-baik saja atau kurang harmonis.
Namun isu kurang sedap ini “runtuh” dengan sendirinya tatkala pelaksanaan acara Pesta Rakyat dan Syukuran 3 Tahun Kepemimpinan BERKAH yang digelar meriah di Boulevard Desa Sondana, Senin, 26 Februari malam.
Menepis anggapan perpecahan, keduanya kompak menyerukan, “Kami masih solid!”







